Postingan

Ulasan Film "The Electric State" (2025)

Gambar
The Electric State secara konsep sebenarnya sangat menarik. Latar belakang ceritanya cukup hebat, tentang dunia pasca perang dengan robot yang menuntut hak kemerdekaan. Namun saya lihat karakterisasinya pemain utamanya terlampau datar. Michelle (Millie Bobby Brown) ya tipikal cewe rebel yang tidak mau diatur tapi punya idealisme sendiri. Keats (Chris Pratt) ya tipikal orang yang dibutuhkan karakter utama yang awalnya gak peduli tapi pada akhirnya ikut membantu. Protagonis yang saya sukai justru dari sisi robot yaitu Mr. Peanut. Dia terlihat ekspresif dan tak kenal takut dalam memperjuangkan hak robot. Tidak banyak hal baru yang bisa ditawarkan dalam film The Electric State dalam genre fiksi ilmiah. Robot nyerang manusia udah biasa, bertahan hidup dunia distopia udah biasa, antagonis utama seorang inovator berjasa yang ingin menguasai dunia udah biasa juga. Mungkin kritik sosial tentang penggunaan gadget yang berlebihan hingga terlalu nyaman di dunia virtual yang membuatnya terasa beda....

Ulasan Film Home Sweet Loan (2024)

Gambar
Home Sweet Loan berkisah tentang seorang pekerja kantoran yang sedang berjuang dengan mimpi besarnya yaitu memiliki rumah sendiri. Okelah film ini banyak memberikan adegan yang relevan serta akurat dengan banyak orang yang berada di kelas menengah. Tapi yaa hanya itu yang dijual selebihnya hanya glorifikasi seorang 'sandwich' katanya. Padahal menurut saya sosok Kaluna ini gak terlalu 'sandwich', karena secara definisi aja sandwich itu dihimpit dari atas dan bawah. Nah ini tanggungan Kaluna itu cuma ke atas alias orang tuanya dan keperluan rumah doang ga ada tuh yang ke bawah. Udah gitu gak dijelasin barang sedikit saja gitu satu adegan mungkin tentang profil kakak-kakaknya kenapa masih tinggal bareng, kerjaannya apa, alasan kuat yang membuat mereka terpaksa tinggal bareng di rumah peninggalan engkongnya tersebut. Hal ini penting untuk dijabarkan karena akan menjadi pemicu yang solid buat Kaluna untuk bisa membeli rumah impian. Kalau hanya diberikan adegan-adegan berisik...

Ulasan Film "1 Kakak 7 Ponakan" (2024)

Gambar
Drama keluarga menengah di Jakarta.  Nonton film ini langsung di bioskop berasa lamaaaaa banget kayak 4 jam lebih saking lambatnya tempo dan durasinya yang 2 jam lebih. Huh sangat membosankan! Saya bingung cerita film ini mau dibawa ke mana, sampai filmnya berakhir kok gak ada perubahan yang berarti dari sang karakter utama Moko. Film ini hanya memberikan berbagai macam ujian ke Moko tanpa ada perkembangan karakter. Emosinya itu loh yang kurang beragam, hanya bisa pasrah dan menerima aja gitu. Malah kebanyakan datarnya juga, kayak bukan manusia pada umumnya. Maurin juga sama aja kayak Moko sebelas dua belas sifat baiknya, ngga nyata banget ini karakter. Di sisi lain, saya pikir semua omongan Mas Eka di pantai itu ada benarnya semua deh, sangat realistis dan mendasar. Jika ingin dibandingkan dengan karakter lain di film ini yang bisa dibilang naif dan hipokrit. Menurut saya Mas Eka adalah satu-satunya orang yang beneran MIKIR dan SADAR bahwa kondisi di rumah itu gak sehat, cuma yaa ...