Ulasan Film "The Electric State" (2025)



The Electric State secara konsep sebenarnya sangat menarik. Latar belakang ceritanya cukup hebat, tentang dunia pasca perang dengan robot yang menuntut hak kemerdekaan. Namun saya lihat karakterisasinya pemain utamanya terlampau datar. Michelle (Millie Bobby Brown) ya tipikal cewe rebel yang tidak mau diatur tapi punya idealisme sendiri. Keats (Chris Pratt) ya tipikal orang yang dibutuhkan karakter utama yang awalnya gak peduli tapi pada akhirnya ikut membantu. Protagonis yang saya sukai justru dari sisi robot yaitu Mr. Peanut. Dia terlihat ekspresif dan tak kenal takut dalam memperjuangkan hak robot.



Tidak banyak hal baru yang bisa ditawarkan dalam film The Electric State dalam genre fiksi ilmiah. Robot nyerang manusia udah biasa, bertahan hidup dunia distopia udah biasa, antagonis utama seorang inovator berjasa yang ingin menguasai dunia udah biasa juga. Mungkin kritik sosial tentang penggunaan gadget yang berlebihan hingga terlalu nyaman di dunia virtual yang membuatnya terasa beda. Selebihnya bisa dikatakan terlalu generik.


Kalau dari alur ceritanya saya rasa agak membosankan di awal tapi makin ke tengah lumayan menghibur, tapi tidak terlalu menggugah hati. Ada beberapa adegan yang penceritaannya itu bisa digali lebih dalam lagi dan membuatnya jauh lebih epik, tetapi tidak dilakukan. Mungkin budget nya sudah habis di visual efek yang bisa dibilang memang bagus banget untuk ukuran film streaming, dari desain robot-robot yang rumit sampai latar dunia yang suram dan gersang, visualnya memang cukup meyakinkan untuk dianggap sungguhan.


Secara keseluruhan film The Electric State ini lumayan lah buat tontonan santai yang tidak perlu banyak mikir dan ingin melihat robot-robot unik beraksi memperjuangkan haknya. Desain robot dibuat dengan cukup baik, punya banyak variasi dari robot kartun, robot pelayanan, hingga robot perang modern. Pesan yang ingin disampaikan di akhir saya kira tidak tersalurkan dengan baik karena karakter utamanya yang terlalu hambar dan kurang berkesan.



IMDb: 5,9/10
RT Score: 🍅14%/🍿67%
MetaScore: 30/100
Letterboxd: 2,2/5
Ulasanzul: 3/5



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film Avatar: Fire and Ash (2025)

Ulasan Film "Batman Returns" (1992)

Ulasan Film "Batman & Robin" (1997)