Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sci-Fi

Ulasan Film Avatar: Fire and Ash (2025)

Gambar
Waduuhh kok jadi begini ya ceritanya avatar, tidak sesuai ekspektasi saya yang udah keburu tinggi karena dua film sebelumnya yang bagus banget. Dengan menyandang status sebagai film avatar terpanjang hingga saat ini, fire and ash bagi saya kurang bisa memaksimalkannya dengan baik. Film ini ini ceritanya agak muter-muter dan tidak fokus mau menyoroti karakter siapa, terlalu banyak percabangan cerita, dan terlalu banyak potongan cerita yang tajam. Di setiap film avatar juga kan biasanya menjelajah tempat baru di Pandora, nah ini tuh gak terlalu banyak tempat baru yang muncul. Rasa kagum saya akan film ini berkurang banyak. Udah gitu judulnya agak menipu ya kirain bakalan banyak unsur api yang sangat dominan entah itu secara harfiah maupun metafora akan kemarahan warga Pandora. Suku ash kurang banyak diungkap sejarahnya apa dan kenapa dia bisa sangat berbeda dengan Na'vi lainnya. Hanya dari kata-kata aja yang kurang imajinatif. Jadilah motivasi antagonis Varang dan kelompoknya kurang ...

Ulasan Film "NIMONA" (2023)

Gambar
Film NIMONA membawa sesuatu yang baru dan segar dalam film animasi.  Hal pertama yang saya rasakan adalah visualisasi dunianya yang keren banget. Perpaduan zaman kerajaan dengan teknologi super canggih nan futuristik menghasilkan sajian yang sungguh menawan. Ada kekaguman yang menjalar di mata saya seakan bilang ini penggambaran yang unik sekaligus keren, serta terlihat sangat menarik untuk dijelajahi. Desain karakter dan budayanya kreatif, penuh warna, dan terasa menyenangkan. Gaya animasinya juga sangat bagus dan berhasil bikin saya betah ngikutin tiap adegannya. Nggak cuma latarnya yang inovatif, tapi caranya menghidupkan suasana tuh berhasil bikin saya terheran-heran. Saya menilai pembangunan dunianya ini luar biasa hebat. Dari segi penceritaan, sebenarnya gak ada yang benar-benar baru. Ada tokoh utama dijebak konspirasi, lalu ada kebohongan yang disimpan bertahun-tahun lamanya, lalu ada kesalahpahaman antara manusia dan monster, lalu ada momen pembuktian bahwa tokoh utama tida...

Ulasan Back to the Future Part III (1990)

Gambar
Your future is whatever you make it. Back to the Future Part 3 menjadi penutup trilogi film time travel yang fenomenal. Dengan kesadaran penuh sutradara dan penulis menambahkan elemen baru dari sebuah film time travel fiksi ilmiah ini dengan genre western koboi dengan segala ciri khasnya, bagi saya ini adalah langkah yang berani. Ini semacam menggabungkan dua hal yang kalo dipikir-pikir berseberangan tapi tetap bisa menyatu dengan baik sehingga memberikan kombinasi genre yang luar biasa hebat. Setelah mendapatkan surat berumur satu abad dari western union, Marty harus pergi ke tahun 1885 yang mana era koboi masih berjaya. Ia harus menyelamatkan Doc dari kematian di tangan Mad Dog Buford Tannen. Kali ini memang porsi karakter Doc sama besarnya dengan Marty karena dia memiliki kisahnya sendiri di waktu tersebut. Ada sepotong kisah romansa juga yang akan dilalui Doc, membuatnya jadi lebih manusiawi. Ada juga beberapa kerumitan absurd yang menjadikan unsur sains di film ini cukup memutar o...

Ulasan Back to the Future Part II (1989)

Gambar
Back to the Future part 2 melanjutkan perjalanan Marty dan Doc di bagian akhir film pertama yang cukup menggantung di mana mereka kali ini melompat ke tahun 2015 untuk membereskan masalah anak Marty. Uniknya setelah meraka melakukan tugas dengan lancar jaya, Biff tua pada tahun tersebut tanpa sengaja mengetahui adanya mesin waktu DeLorean. Sisa ceritanya sudah bisa diprediksi bahwa Biff melakukan kekacauan yang menyebabkan garis waktu alternatif yang mau tidak mau harus dibereskan oleh Doc dan Marty. Secara penceritaan memang di part 2 ini terasa cukup ramai. Ada perjalanan ke masa depan, ada perjalanan ke masa lalu, ada juga nyasar ke tahun alternatif yang semrawut. Tapi itu semua tetap dibawakan dengan ringan dan menghibur. Ada beberapa adegan yang sangat berkesan bagi saya yaitu ketika Marty akhirnya harus berurusan dengan Biff lagi di malam pesta pesona bawah laut, film memberikan sudut pandang lain dari adegan-adegan penting dari peristiwa tersebut dan itu sangat menarik. Selain i...

Ulasan Back to the Future (1985)

Gambar
Back to the Future adalah film time travel yang sempurna.  Saya bahkan bingung harus mulai dari mana untuk mengulasnya. Bisa dibilang saya sangat telat untuk menonton film klasik yang tak lekang oleh waktu ini. Seharusnya sedari awal saya mulai menyelami hobi nonton film lima belas tahun yang lalu, film ini adalah kewajiban yang tak boleh dilewatkan dan harus disegerakan. Karena semua aspek tentang film ini terasa paripurna. Dramanya dapet, aksinya seru, humornya ada, kisah remaja dengan segala keasyikannya juga ada, fiksi ilmiahnya pun mudah dipahami. Lengkap dah pokoknya semua unsur yang saya sukai. Back to the Future memiliki jalan cerita yang cukup sensasional tentang bagaimana keterampilan narasinya menyederhanakan konsep mesin waktu dengan mudah kepada orang awam. Alurnya pun sebenarnya cukup sederhana, gak yang rumit banget sehingga mudah dicerna. Relasi Marty dan Doc ini keren banget udah kayak temen sebaya yang akrab betul. Konsep mesin waktu dengan menggunakan mobil DeLor...

Ulasan Film "The Electric State" (2025)

Gambar
The Electric State secara konsep sebenarnya sangat menarik. Latar belakang ceritanya cukup hebat, tentang dunia pasca perang dengan robot yang menuntut hak kemerdekaan. Namun saya lihat karakterisasinya pemain utamanya terlampau datar. Michelle (Millie Bobby Brown) ya tipikal cewe rebel yang tidak mau diatur tapi punya idealisme sendiri. Keats (Chris Pratt) ya tipikal orang yang dibutuhkan karakter utama yang awalnya gak peduli tapi pada akhirnya ikut membantu. Protagonis yang saya sukai justru dari sisi robot yaitu Mr. Peanut. Dia terlihat ekspresif dan tak kenal takut dalam memperjuangkan hak robot. Tidak banyak hal baru yang bisa ditawarkan dalam film The Electric State dalam genre fiksi ilmiah. Robot nyerang manusia udah biasa, bertahan hidup dunia distopia udah biasa, antagonis utama seorang inovator berjasa yang ingin menguasai dunia udah biasa juga. Mungkin kritik sosial tentang penggunaan gadget yang berlebihan hingga terlalu nyaman di dunia virtual yang membuatnya terasa beda....

Ulasan Film Avatar: The Way of Water (2022)

Gambar
Akhirnya.. Penantian selama bertahun-tahun terlunaskan juga. The Way of Water beneran terasa dibuat sepenuh hati sebagai apresiasi terhadap mimpi belasan tahun yang akhirnya terwujud. Sebagai film sekuel, The Way of Water jadi film yang cukup memuaskan dengan sajian aksi yang menegangkan. Bisa dibilang film ini adalah film terlama yang saya nantikan seumur hidup. Masih nggak nyangka saya berkesempatan menunaikan film yang sangat memanjakan mata. Setiap momen yang bikin senang, kagum, dan sedih itu diberi waktu yang tepat. Jadi enak banget untuk dinikmati. Paket komplit. Ceritanya sendiri lebih bervariasi tidak hanya fokus pada karakter Jake Sully, ada banyak karakter baru yang diperkenalkan dengan pas. Tidak berlebihan dan mudah diterima. Bertambahnya drama keluarga yang muncul dari anak-anaknya bikin seru dan asik untuk terus disimak. Terasa dekat dan personal. Pada saat momen kekeluargaan yang solid di penghujung film, tak terasa mata saya sempat berkaca-kaca saking terharunya meliha...

Ulasan Film "Satria Dewa: Gatotkaca" (2022)

Gambar
Saya mau mengulas sedikit. Untuk film pertama Satria Dewa, bagi saya ini langkah yang cukup bagus. Perpaduan antara aksi dan ceritanya lumayan halus. Sepanjang film saya merasa tegang. Banyak aksi yang dilakukan dengan baik dan rapih. Temponya memang agak cepat jadi harus fokus banget menontonnya. Karena ini masih cerita awal dari sebuah franchise besar, saat menonton ini rasanya seperti nonton Gundala karena sama-sama bertema superhero dan shared universe yang dikemas dengan cara yang sesederhana mungkin agar tidak membingungkan penonton awam seperti saya yang kurang familiar dengan kisahnya.  Dan itu berhasil. Saya bisa mengikuti kisahnya dengan nyaman dan menyenangkan. Selain itu karena ini film lokal, saya gak perlu bersusah payah bacain subtitle. Apalagi banyak narasi yang berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Jadi bisa fokus pada cerita. Oh iya Sebenarnya ada juga sih subtitle buat ngartiin bahasa Jawa, tapi itu sedikit. Di sisi lain, saya tidak melihat kea...

Ulasan Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022)

Gambar
Doctor Strange in the multiverse of madness adalah film yang saya tunggu-tunggu semenjak diumumkannya judul film-film di fase 4 tiga tahun yang lalu. Sekuel Doctor Strange ini adalah film yang paling menarik perhatian saya karena judulnya yang unik dan menarik. Dan benar saja, setelah filmnya rilis dan saya menontonnya, saya sangat menyukainya. Marvel memberikan nuansa baru yang segar, sesuatu yang belum pernah ada di film-film MCU sebelumnya, kali ini menambahkan unsur horor dan Multiverse yang sebenarnya. Untuk film pertama MCU yang mengangkat tema horor, bagi saya cukup bagus. Perpaduan antara horor dan film superheronya sangat halus. Sepanjang film saya merasa tegang. Tak sedikit pun diberi jeda untuk tenang sedikit, temponya memang agak cepat jadi harus fokus bgt menontonnya. Pun untuk film MCU kedua yang benar-benar mengusung tema multiverse setelah Spider-Man No Way Home, film ini bikin saya kagum dengan perpindahan semestanya. Alur ceritanya nggak maksa, semua berjalan dengan b...