Ulasan Film "NIMONA" (2023)

Film NIMONA membawa sesuatu yang baru dan segar dalam film animasi. 



Hal pertama yang saya rasakan adalah visualisasi dunianya yang keren banget. Perpaduan zaman kerajaan dengan teknologi super canggih nan futuristik menghasilkan sajian yang sungguh menawan. Ada kekaguman yang menjalar di mata saya seakan bilang ini penggambaran yang unik sekaligus keren, serta terlihat sangat menarik untuk dijelajahi. Desain karakter dan budayanya kreatif, penuh warna, dan terasa menyenangkan. Gaya animasinya juga sangat bagus dan berhasil bikin saya betah ngikutin tiap adegannya. Nggak cuma latarnya yang inovatif, tapi caranya menghidupkan suasana tuh berhasil bikin saya terheran-heran. Saya menilai pembangunan dunianya ini luar biasa hebat.


Dari segi penceritaan, sebenarnya gak ada yang benar-benar baru. Ada tokoh utama dijebak konspirasi, lalu ada kebohongan yang disimpan bertahun-tahun lamanya, lalu ada kesalahpahaman antara manusia dan monster, lalu ada momen pembuktian bahwa tokoh utama tidak bersalah dan terungkap kisah asli yang sebenarnya. Ya walaupun klise tetap ada kebaruan di film ini yaitu latar belakang dunianya yang seperti saya bilang di awal, sangat menakjubkan. Saya benar-benar menikmati alurnya, tertawa dan sedih bersama karakter-karakternya, dan ikut tersentuh melihat pergulatan batin mereka.


Terlebih lagi sama karakter Nimona itu sendiri yang absurd dan berjiwa pemberontak. Dia ini makhluk yang penuh energi, bertingkah konyol, dan serampangan. Nah tapi di balik itu, ada luka tersembunyi dalam tingkah lakunya yang gak biasa tersebut. Saya bisa ngerasain banget betapa tersiksa dan kesepiannya dia. Nimona bukan hanya makhluk yang bisa berubah bentuk, tapi juga simbol dari mereka yang sering kali ditolak, dijauhi, bahkan dihakimi hanya karena berbeda. Di sinilah menurut saya kekuatan dari film ini, bagaimana ia merangkul tema penerimaan, rasa tidak diinginkan, dan keinginan terdalam manusia untuk dilihat apa adanya.


Sebenarnya ini nyaris menjadi salah satu film animasi favorit saya. Namun sangat disayangkan, ada satu unsur dari film ini yang membuat saya agak membatasi diri secara pribadi. Tanpa bermaksud menghakimi, saya merasa ada representasi tertentu yang diselipkan sejak awal film dan ini terasa sangat mencolok. Hal ini bukan sesuatu yang nyaman ditemukan dalam sebuah film animasi, terlebih ketika menontonnya bersama keluarga. Tapi saya tidak akan menutup mata terhadap keindahan yang ditawarkan film ini. Saya tetap mengapresiasi keberanian para pembuatannya untuk bisa menyuarakan hal ini dalam bentuk karya seni. Di luar itu, Nimona tetaplah film yang keren dan memukau.

Secara keseluruhan, film NIMONA berhasil memberikan perasaan campur aduk setelah menontonnya. Film ini bicara soal orang-orang yang sering nggak dianggap, yang dikucilkan cuma karena berbeda, dan itu ditunjukkan dengan cara yang hangat sekaligus menyentuh. Saya suka bagaimana film ini menyoroti soal penerimaan diri, rasa kehilangan, dan perjuangan untuk bisa menjadi diri sendiri tanpa harus terus-menerus membuktikan apa-apa ke siapa pun. Film ini mampu meningkatkan rasa toleransi dan berusaha untuk tidak menormalisasi sifat prasangka terhadap sesama manusia.




IMDb: 7,5/10
RT Score: 🍅92%/🍿90%
MetaScore: 75/100
Letterboxd: 4,0/5
Ulasanzul: 3,5/5



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film Avatar: Fire and Ash (2025)

Ulasan Film "Batman Returns" (1992)

Ulasan Film "Batman & Robin" (1997)