Postingan

Ulasan Film "The Big 4" (2022)

Gambar
The Big 4, film terbaru karya Timo Tjahjanto. Hadir kembali dengan cerita brutal dan penuh darah yang sudah menjadi ciri khasnya. Tapi ada hal baru yang tersaji dalam film ini, selain menyaksikan adegan aksi dan gore, Timo menyelipkan unsur komedi yang cukup segar. Film ini bercerita tentang empat mantan pembunuh bayaran yang harus kembali beraksi untuk mencari tahu siapa yang membunuh 'Bapak' mereka. Dibantu oleh polwan muda yang ternyata anak kandung Bapak tersebut dan terobsesi untuk menyelesaikan kasus pembunuhannya. Secara cerita memang sederhana, apalagi saat dibandingkan dengan film barat dengan tema balas dendam yang sudah sering saya tonton. Namun yang menarik di sini adalah bagaimana sutradara berhasil menyeimbangkan antara aksi gore dan komedi dengan cukup halus. Selain itu, elemen kekeluargaan tercipta dari orang-orang yang tidak memiliki hubungan darah tetapi mereka bisa bersatu dan saling melindungi satu sama lain karena suatu alasan, membuat film ini terasa asyik...

Ulasan Film "Batman & Robin" (1997)

Gambar
Akhirnya saya sampai pada entri keempat dari adaptasi modern film Batman. Film yang telah ratusan kali ditayangkan ulang di TV. Izinkan saya untuk mengupas sedikit film ini sesuai dengan apa yang saya rasakan saat menontonnya. Banyak yang bilang bahwa film Batman & Robin sebagai film Batman terburuk sepanjang sejarah. Film ini dianggap sebagai bencana yang mengakhiri franchises Batman 90an karena ceritanya yang absurd. Setelah saya menontonnya sendiri secara utuh dan niat, sebenarnya gak terlalu buruk sih. Masih ada keseruan yang bisa dirasakan, tapi emang gak semaksimal film sebelumnya. Gak ada tambahan yang istimewa selain ganti villain aja. Alurnya juga mirip dengan Batman Forever. Bukannya menawarkan narasi yang lebih rumit atau berwawasan, film tersebut malah memfokuskan sebagian besar cerita pada keretakan hubungan kepahlawanan antara Batman & Robin saat berhadapan dengan penjahat utama Mr. Freeze dan Poison lvy. Schumacher menaikkan tingkat kecerahan film Batman dua kali...

Ulasan Film "Batman Forever" (1995)

Gambar
Batman Forever hadir dengan nuansa yang lebih terang dari dua film pendahulunya. Ini berkat pergantian sutradara dari Burton ke Schumacher. Setting tempatnya diperluas dan menampilkan lebih banyak variasi bangunan bahkan ada sirkus di Gotham. Dari segi kostumnya kini ada perubahan yang memang diperlukan dan sedikit lebih berwarna dan rasanya memang pas untuk alur ceritanya kali ini yang menampilkan villain Two Face dan Riddler yang benar-benar aneh dan gila. Schumacher membuat perubahan signifikan dalam kelanjutan dari kisah Batman. Bukan hanya para pemerannya yang berganti dari Michael Keaton ke Val Kilmer, tapi juga dari cara penggambaran Batman. Dalam dua film sebelumnya, sosok Michael Keaton yang berperan sebagai Bruce dan Batman itu dianggap punya karisma yang cukup kuat. Namun, karakter playboy yang dimiliki Bruce tidak cukup berhasil ditampilkan terasa masih kaku kalau berurusan dengan lawan jenis. Berbeda dengan Keaton, Kilmer secara fisik terasa jauh lebih meyakinkan dan punya...