Ulasan Film "Batman & Robin" (1997)
Banyak yang bilang bahwa film Batman & Robin sebagai film Batman terburuk sepanjang sejarah. Film ini dianggap sebagai bencana yang mengakhiri franchises Batman 90an karena ceritanya yang absurd. Setelah saya menontonnya sendiri secara utuh dan niat, sebenarnya gak terlalu buruk sih. Masih ada keseruan yang bisa dirasakan, tapi emang gak semaksimal film sebelumnya. Gak ada tambahan yang istimewa selain ganti villain aja. Alurnya juga mirip dengan Batman Forever. Bukannya menawarkan narasi yang lebih rumit atau berwawasan, film tersebut malah memfokuskan sebagian besar cerita pada keretakan hubungan kepahlawanan antara Batman & Robin saat berhadapan dengan penjahat utama Mr. Freeze dan Poison lvy.
Schumacher menaikkan tingkat kecerahan film Batman dua kali lipat yang membuatnya jadi tampak konyol dan serampangan tanpa mengikuti logika dasar yang seharusnya diikuti. Memang sih, filmnya ringan, gak perlu banyak mikir. Namun, ceritanya cukup dangkal, efeknya juga pas-pasan. Pergantian aktor Batman ke George Clooney serta banyaknya cast papan atas ternama yang hadir tidak mampu untuk mendongkrak film ini jadi lebih bagus dari film sebelumnya.
Nah tapi bukan berarti tidak ada yang baik di sini. Arnold Schwarzenegger menghadirkan kualitas terbaik sebagai Mr. Freeze yang membuatnya terlihat menawan. Masih gak nyangka banget ternyata Schwarzenegger pernah membintangi film superhero, dia terasa seperti elemen paling orisinal yang ditawarkan dalam film ini dan pantas menjadi sorotan. Demikian pula, desain kostumnya yang cukup bagus. Dibandingkan dengan semua aktor lain dalam film ini, Schwarzenegger jelas bersenang-senang dalam peran itu dan itu membuatnya enak untuk ditonton. Dia satu-satunya yang terasa sangat berkomitmen pada peran itu, dia tidak merasa dibatasi oleh naskah cerita, dan dia membawa tingkat energi yang luar biasa.
Selain itu, Uma Thurman memberikan kinerja yang cukup besar untuk Poison Ivy, karakter yang satu ini bisa dibilang tidak mudah diterjemahkan ke layar lebar dan dia mampu untuk mewujudkannya dengan ciri khasnya sendiri yang cukup meyakinkan serta memiliki tukang pukul seorang Bane. Walaupun pada dasarnya Poison Ivy adalah The Riddler dari Batman Forever, saking miripnya latar belakang menjadi penjahat terabaikan yang ingin menguasai dunia dan membenci Bruce Wayne. Ini penuh warna, lucu, dan interpretasi yang valid dari karakter dan dunianya.
Kota Gotham yang ditampilkan terasa lebih seperti taman hiburan daripada kota suram yang sebenarnya. Jalan berliku-liku melintang satu sama lain di atas tanah, patung-patung raksasa tampak menghiasi setiap bangunan, dan bahkan menjadi penopang observatorium Gotham, serta di permukaan tanah tampaknya dikuasai oleh geng motor. Tone ceritanya yang ringan dan sederhana ini membuat film Batman & Robin mudah dicerna dan jadi kesenangan anak-anak. Kesampingkan dulu beberapa unsur norak dan eksentrik, aksi Batman di film ini berada di ambang batas wajar yang dipastikan tidak membuat penonton anak-anak merasa traumatis seperti Batman Returns.
Walau semua villain punya satu benang merah yaitu kecelakaan eksperimen, tapi kemunculan mereka secara sporadis terasa terlalu dipaksakan. Terlebih dengan dua nama besar yang memerankannya yaitu Arnold Schwarzenegger dan Uma Thurman. Selain itu ada kejutan lain di Batman & Robin yaitu hadirnya Batgirl, dengan pengenalan yang mirip dengan Robin Grayson. Sepertinya sutradara berniat untuk mengimbangi musuh yang banyak, namun karakter ini pun nggak menyelamatkan cerita yang terlalu biasa. Malahan terkesan maksa untuk sekadar meramaikan acara.
Secara keseluruhan, Saya masih bisa menikmatinya. Tentu ini masalah selera aja sebenarnya. Batman & Robin adalah tipe film yang pas banget untuk ditonton sebagai penghibur saat diri lagi stres atau bosan. Tak perlu berpikir berat-berat untuk mencernanya dan terus tertawa sendiri ketika menyaksikan keanehan filmnya. Penonton awam yang menyaksikan pun sadar bahwa film ini adalah gambaran terburuk dari karakter Batman. Namun mereka tidak peduli dan hanya ingin hiburan yang enteng sekali-sekali.
Batman & Robin adalah bagian dari franchise film yang disegani. Maka dari itu, saya bisa menghargai mengapa mayoritas orang membenci film ini. Satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah, berkat film Batman & Robin, hingga sekarang akhirnya fans superhero dapat menyaksikan film Batman yang unggul, dan film buku komik yang lebih baik secara umum melampaui standar kualitas film ini. Setelah mendengar tentang betapa buruknya film ini begitu lama, akhirnya saya bisa menuntaskan film ini dengan penuh perhatian. Ini adalah film yang saya resapi dengan pola pikir untuk tidak menganggapnya serius dan menerima segala keburukan yang ada di dalamnya.
IMDb: 3,8/10
RT Score: 🍅11%/🍿16%
MetaScore: 29/100
Letterboxd: 1,9/5
Ulasanzul: 2/5







Komentar
Posting Komentar
Silahkan komentar, bebas asal sopan dan relevan.