Ulasan Princess Mononoke (1997)

Film Princess Mononoke mengisahkan perjalanan Ashitaka dalam menghentikan keserakahan yang sudah berada di tahap yang mengkhawatirkan. Manusia banyak melakukan hal-hal yang ekstrem, seperti menggunduli hutan, mencemari lingkungan, melakukan perang, membawa banyak kematian, dan menguasai dunia. Saya kaget ketika melihat adanya adegan yang gore di film Studio Ghibli yang biasanya cukup ramah anak. Ini menjadikan nilai tambah bagi saya untuk memberikan kesan yang lebih nyata.


Film ini menjelajahi tema industrialisasi dalam suatu masa yang bertentangan langsung dengan lingkungan hidup. Eksploitasi sumber daya alam secara terang-terangan tidak memiliki tujuan lain selain menghasilkan kekayaan sebanyak-banyaknya dan menguasai tanah yang melimpah dengan mengorbankan ekosistem di hutan. Hewan-hewan yang hidup di sana digambarkan secara kreatif memperoleh karakteristik seperti suku manusia yang terorganisasi secara politik. Suku-suku yang mendiami hutan harus memutuskan masa depannya. Secara umum, mereka semua mengambil posisi antagonis seperti hewan membenci manusia dan sebaliknya, tanpa terkecuali.

Sebaliknya, sang tokoh utama Ashitaka tampak bersikap netral, atau lebih tepatnya bertekad agar tak ada satu makhluk hidup pun yang mati, baik manusia maupun hewan. Dia ingin keduanya dapat hidup berdampingan secara damai di wilayahnya masing-masing, tanpa salah satu pihak menginvasi wilayah pihak lain. Hal itulah yang membuat film ini sangat unik dan menarik. Karena kita tidak ditempatkan untuk memihak salah satu sisi, entah itu manusia atau alam. Tapi kita diposisikan di tengah-tengah yaitu pada sudut pandang Ashitaka yang ingin keduanya tetap terjaga dan damai satu sama lain. Walaupun judul film Princess Mononoke tapi porsi karakter utamanya mungkin 80% terletak pada Ashitaka sebagai penengah kedua belah pihak.

Secara keseluruhan film Princess Mononoke ini adalah film favorit saya sejauh ini selama menonton film-filmnya Studio Ghibli. Dengan banyaknya tema yang diangkat tidak membuat film ini menjadi ramai dan sesak malahan enak diikuti dan mengalir dengan baik sehingga memberikan kesan yang luar biasa keren. Selain itu untuk urusan visualnya sudah tak diragukan lagi terlihat sangat baik dan tajam. Pesannya tentang lingkungan hidup juga terasa sangat kuat diperlihatkan secara jelas. Mantap!


"Life is suffering. It is hard. The world is cursed. But still, you find reasons to keep living."
 


IMDb: 8,3/10
RT Score: 🍅93%/🍿94%
MetaScore: 78/100
Letterboxd: 4,4/5
Ulasanzul: 4,5/5



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film Avatar: Fire and Ash (2025)

Ulasan Film "Batman Returns" (1992)

Ulasan Film "Batman & Robin" (1997)