Ulasan Indiana Jones and The Last Crusade (1989)
Indiana Jones and The Last Crusade adalah salah satu sekuel terbaik sepanjang masa. Film ketiga dari dunia Indy ini memberikan kesegaran yang berbeda dengan keikutsertaan Sang Ayah, Henry Jones dalam petualangan yang mendebarkan. Pemilihan Sean Connery sebagai Sang Ayah, memang tak tergantikan seperti halnya Harrison Ford sebagai Indy. Ikatan emosional keduanya sungguh dinamis.
The Last Crusade menjadi film petualangan yang ringan tapi tetap detail dalam penceritaan. Fakta sejarah, mitos, dan legenda, semua dirangkai dalam cerita yang menarik. Film ini merupakan paket komplit yang mengangkat tema keluarga dalam penceritaannya dengan petualangan menyelamatkan artefak religius cawan suci dari ancaman kejahatan yang sedang mengejarnya.
Dari adegan pembukaan, saya sudah menyukainya. Karena di film ini, kali pertama diberikan kilas balik yang cukup penting mengenai minat Indy terhadap arkeologi. Diperlihatkan juga sejak awal asal muasal kenapa Ia takut terhadap ular, memiliki bekas luka di dagunya, dan menggunakan cambuk sebagai alat favoritnya, serta mengenakan topi khasnya yaitu fedora.
Film ini secara jelas memberikan pelajaran tentang pentingnya untuk tumbuh dan maju. Karakter Indy mengalami perkembangan yang signifikan dalam mengeksploitasi kerapuhan dan kerinduannya akan keluarga. Ia mencoba menjalin hubungan kembali dengan ayahnya yang cukup keras dan konservatif. Berusaha meyakinkan ayahnya bahwa dia layak dianggap serius sebagai pria dewasa.
Karena Sang Ayah selama ini hanya sibuk dengan profesinya meneliti keberadaan cawan suci sebagai proyek seumur hidupnya hingga seringkali mengabaikan keberadaan Indy. Bayangkan 20 tahun tidak saling berkomunikasi apakah nyaman? Pasti ada banyak hal telah terjadi. Indy yang sudah tumbuh dewasa tidak mampu lagi menjadi anak-anak, mau tidak mau harus menjadi dewasa tanpa figur seorang ayah.
Maka dari itu, melalui petualangan kali ini, mereka mengalami semacam rekonsiliasi dan refleksi diri akan arti pengorbanan dan penebusan serta cinta kasih dalam keluarga. Karena dalam hidup, keluarga adalah hal yang lebih penting dan bernilai lebih tinggi daripada keabadian yang dijanjikan oleh cawan suci. Penerimaan adalah kunci dalam memahami perbedaan yang ada.
Secara keseluruhan, The Last Crusade menjadi film yang lebih terang dari pendahulunya, saya senang banyak elemen menyenangkan dari film pertama Indiana Jones balik lagi. Ada Nazi, ada adegan mengajar, ada misteri yang harus dipecahkan, ada adegan kejar-kejaran, dan ada artefak religi dengan kekuatan tak terbatas.
Yaa walaupun terkesan seperti pengulangan film yang pertama, tapi di film ketiga ini terasa sangat bertenaga karena adanya sosok ayah. Perpaduan Harrison Ford dan Sean Connery menjadi nilai tambah tersendiri, di mana sepanjang film ini ditaburi oleh karisma mereka berdua. Saya kira film ini sangat maju pada masanya dalam segala hal. Sebuah film petualangan yang seru, menginspirasi, dan tentunya menghibur!
IMDb: 8,2/10
RT Score: 🍅84%/🍿94%
MetaScore: 65/100
Letterboxd: 4,1/5
Ulasanzul: 4,5/5




Komentar
Posting Komentar
Silahkan komentar, bebas asal sopan dan relevan.