Ulasan Indiana Jones and The Dial of Destiny (2023)
Indiana Jones and The Dial of Destiny menyandang status sebagai film Indiana Jones terpanjang, diketahui film ini berdurasi 2 jam 35 menit, yang mana itu sudah lebih dari cukup untuk memberikan persembahan terakhir dari kisah petualangan Indy. Angsuran kelima ini tidak lagi disutradarai oleh Steven Spielberg melainkan James Mangold. Kesan pertama yang bisa saya katakan adalah ini lebih baik dari Crystal Skull.
Harrison Ford yang sudah berusia 80 tahun lebih benar-benar berhasil menghidupkan kembali Indy untuk yang terakhir kalinya. Tapi Indy yang sekarang bukan lagi Indy yang cekatan seperti di empat film sebelumnya. Indy terlihat sudah lelah dengan dunia, dia sudah melalui banyak makan asam garam kehidupan, tahun-tahun yang penuh gejolak, dan menanggungnya sendirian di apartemen sederhana disertai dengan berbagai rasa sakit dan nyeri punggung.
Kehidupan sebagai seorang suami dan ayah tidak banyak berhasil memberikan kebahagiaan untuknya. Mungkin ini pilihan yang masuk akal bagi James Mangold selaku sutradara yang menghadirkan petualangan terakhir Indy dengan cara yang paling jujur sebagaimana manusia yang sudah lanjut usia. Indy dengan evolusi karakternya yang sudah mengakar kuat di sini, diperlihatkan secara jelas menerima kenyataan bahwa dunia sudah berjalan semakin cepat dan terkadang dunia merenggut orang-orang tersayangnya.
Masih bekerja sebagai professor di universitas, Indy sebenarnya sudah bertekad untuk tidak lagi berpetualang, mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi. Namun setelah mengajar seperti biasanya, Indy dihampiri oleh Helena Shaw, yang merupakan anak dari Basil Shaw rekan petualangan Indy pada akhir perang dunia kedua, yang kemudian disebut oleh Indy sebagai anak baptisnya. Helena yang memiliki ketertarikan di dunia arkeolog berusaha mendapatkan artefak kuno yang dulu direbut Indy dari tentara Nazi untuk penelitiannya. Sisa ceritanya sudah bisa dibayangkan akan banyak petualangan yang menegangkan terjadi.
Di film ini menurut saya telah terjadi perbaikan dari film keempatnya. Seperti pengenalan rekan petualangannya lebih masuk di cerita dengan adanya flashback. Artefak kuno yang diperebutkan kali ini Antikythera terbagi dua yang menambah keseruan. Unsur fiksi ilmiahnya lebih kuat dan bisa diterima dengan baik. Selebihnya film ini seperti biasa mengandalkan beberapa formula khasnya, mulai dari karisma sang aktor Harrison Ford, aksi kejar-kejaran yang intens, pemecahan misteri, hingga gubahan musik yang seru dari John Williams.
Sekilas petualangan terakhir Indy terlihat mengesankan. Tapi, satu hal yang perlu diperhatikan bahwa, film ini tidak bisa mengulangi kejayaannya di masa lalu. Karena zaman telah berubah dan selera orang pun sudah bergeser. Bahkan dengan upayanya yang rumit untuk bergulat dengan tema waktu dan warisan karakter tersebut, belum mampu memuaskan hasrat petualangan karena jeda yang cukup lama dari film terakhirnya. Ceritanya walaupun cukup mudah diikuti tapi kurang berhasil untuk menarik perhatian secara konsisten, sehingga pada momen-momen tertentu terasa lebih melelahkan daripada mendebarkan.
Hal terbaik menurut saya di film Indiana Jones and The Dial of Destiny ada di awal filmnya, sebuah ketegangan tanpa henti di dalam kereta api yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya dalam petualangan Indy. Harrison Ford walaupun dengan teknologi CGI versi muda, masih cukup meyakinkan dalam beraksi. Berada dalam kondisi primanya saat menyelamatkan artefak kuno dan temannya, adegan pembuka ini menunjukkan variasi aksi yang menyegarkan.
Secara keseluruhan, terlepas dari banyaknya kekurangan, film ini tetap patut diapresiasi karena memiliki keinginan untuk mengakhiri franchise-nya dengan baik. James Mangold membuktikan dirinya merupakan salah satu sutradara andal yang mampu mengeluarkan potensi terbaik dari Indy yang sudah berumur. Indiana Jones and the Dial of Destiny bukanlah yang terbaik dari kisah petualangan Indy, tapi film ini tetap menyenangkan dan berusaha keras untuk mengucapkan selamat tinggal kepada penggemarnya yang setia. Bagi saya ini adalah penutup yang pas untuk sang legenda petualang sejati, Indiana Jones.
IMDb: 6,5/10
RT Score: 🍅71%/🍿87%
MetaScore: 58/100
Letterboxd: 2,9/5
Ulasanzul: 3,5/5





Komentar
Posting Komentar
Silahkan komentar, bebas asal sopan dan relevan.