Ulasan Film "Batman Returns" (1992)
Kembali dengan sutradara Tim Burton yang gelap dan suasananya yang kelam, Batman Returns menawarkan cerita yang lebih padat dan juga penampilan karakter yang lebih ikonik.
Kisahnya melibatkan lebih banyak penjahat dan lebih banyak drama, tetapi karakter dari Batman sendiri tampaknya masih kurang digali dan seolah telah kehilangan motivasi untuk bisa tampil lebih maksimal memberantas kejahatan. Sepanjang film ini terasa lebih berfokus pada dua villain yang ada di posternya yaitu Penguin dan Catwoman.
Film dibuka dengan kejam ketika bayi yang baru saja lahir dibuang ke sungai pada musim dingin dan bersalju yang bermuara ke selokan tempat sekumpulan penguin menetap di sana. Dari sinilah asal mula sosok villain yang disebut The Penguin. DeVito bermain sangat baik namun sulit untuk mendapat simpati karena penggambaran sosok karakternya yang terlalu menyeramkan.
Kisah berlanjut mengikuti perjalanan Batman yang masih diperankan oleh Keaton dalam usahanya untuk membersihkan Kota Gotham yang berada di tengah krisis moral yang menakutkan. Ada banyak kecemasan yang perlu diperhatikan ketika seorang pengusaha licik, Max Shreck ingin membuat pembangkit listrik baru. Tujuan dia satu-satunya adalah mengumpulkan uang sebanyak mungkin dan kekuasaan untuk dirinya sendiri dengan cara memanipulasi orang lain melakukan pekerjaan kotor untuknya.
Sementara itu sekretaris Max, Selina Kyle yang mengetahui rencana tersebut harus terlempar keluar jendela dari tempat kerjanya dan mengubah dirinya menjadi makhluk misterius bernama Catwoman. Pfeiffer menghadirkan kemurnian penuh pada karakter yang mengintimidasi dan manipulatif. Penggambaran mereka cukup bagus. Kedalaman karakter yang dikembangkan dengan baik dan semua karakter yang terlibat dalam kekacauan film ini memberikan kontribusi yang besar untuk mengangkat film ini menjadi lebih serius.
Secara keseluruhan, Batman Returns adalah film yang cukup seru. Tidak lebih bagus dari yang pertama, tapi film ini layak mendapatkan apresiasi. Jika ada yang mengeluh betapa gelapnya film ini dibandingkan Batman 1989, maka yang bisa saya katakan adalah keduanya sama-sama film yang gelap. Saya menyimpulkan bahwa kegelapan dari kedua film itu adalah ciri khas dari Batman karya Tim Burton.
"We're the same... Split right down the center."
IMDb: 7,1/10
RT Score: 🍅82%/🍿73%
MetaScore: 68/100
Letterboxd: 3,6/5
Ulasanzul: 3/5




Komentar
Posting Komentar
Silahkan komentar, bebas asal sopan dan relevan.