Ulasan Indiana Jones and The Kingdom of the Crystal Skull (2008)
Indiana Jones and The Kingdom of the Crystal Skull merupakan angsuran yang paling lemah tetapi masih merupakan sekuel yang layak. Film ini masih disutradarai oleh Steven Spielberg, dengan mengambil latar waktu sembilan belas tahun setelah film ketiganya, kini Indy berada di tengah-tengah perang dingin yang sedang memanas. Pihak Soviet diketahui sedang mencari artefak kuno tengkorak kristal yang konon bisa mengendalikan pikiran.
Perjalanan Indy dari seorang pemburu artefak kuno yang egois hingga menjadi pahlawan yang berjasa bagi bangsa dan negara ternyata terus berlanjut. Ia kini terlihat sudah berkembang jauh lebih tenang, hati-hati, dan dewasa dibanding ketiga film terdahulunya. Begitu juga dengan dinamika Indy dengan karakter lain yang terasa tanpa beban dan lebih mengalir.
Pengenalan karakter Mutt Williams yang didapuk sebagai rekan berpetualang Indy kali ini sangat tidak menarik. Tiba-tiba saja dia datang mengendarai motor dan berusaha membujuk Seorang Indiana Jones yang sudah tidak muda lagi untuk kembali beraksi. Karakter yang diperankan Shia LaBeouf ini terasa kurang pas dan sulit untuk bisa dikenang. Apalagi setelah tau bahwa ia adalah keturunan Jones, wah itu sangat aneh sekali.
Tidak ada elemen baru yang bisa dihadirkan oleh film ini selain efek nostalgia yang cukup kuat karena jeda dengan film ketiga yang cukup jauh. Film ini juga berupaya keras mempertahankan suasana lengkap seperti film terdahulunya, baik dalam penceritaan, aksi laga, humor, dan kengerian yang ditimbulkan. Antagonis di film ini juga kurang digali lebih dalam sehingga kurang terasa ancamannya. Selain itu film ini menghadirkan adegan aksi yang kelewat batas realitas sehingga terasa kurang autentik.
Secara keseluruhan, harus saya katakan bahwa ini merupakan penurunan kualitas dari film ketiganya. Kisah ini terasa dipaksakan dan tidak napak tanah. Karena sudah berhubungan dengan makhluk ekstra terrestrial, yang mana ini terlalu fantasi untuk seorang arkeolog. Yaa walaupun memang itu tidak terlalu buruk tapi saya rasa sudah tidak menonjolkan keajaiban khas Indiana Jones seperti di film-film sebelumnya. Upaya untuk regenerasi karakter petualang yang ikonik seperti Indy bisa dibilang juga tidak berhasil. Namun demikian, kisah petualangannya tetap dituturkan secara ringan dan menghibur.
IMDb: 6,2
RT Score: 🍅77%/🍿53%
MetaScore: 65/100
Letterboxd: 2,8/5
Ulasanzul: 3/5




Komentar
Posting Komentar
Silahkan komentar, bebas asal sopan dan relevan.